Model Pembelajaran D-Nature

Model pembelajaran D-NATURE ini digunakan untuk mengajarkan materi ilmu pengetahuan alam berbasis lingkungan. Model ini diinisiasi dengan adanya krisis lingkungan yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang dikembangkan ini berakar dari teori model pembelajaran Project based learning dan Problem Based Learning, yang kemudian dimodifikasi dengan aksi nyata dan bersifat kontekstual dengan isu lingkungan. Model Pembelajaran baru yang termodifikasi dari model PjBL dan PBL ini membentuk sintaks baru yang diberi nama D-NATURE yang mengandung arti bahwa huruf “D” adalah Digital, dan tahap : Notice problem (temukan permasalahan); Arrange project plan (desain proyek); Tutor & guide (pembimbingan); Unveil design (presentasi desain); Real action (aksi nyata lingkungan); Evaluate & reflect (evaluasi). Model Pembelajaran D-NATURE ini diintegrasikan dengan pendekatan deep learning, yang mengkondisikan siswa untuk belajar tidak hanya dengan memahami, namun sampai tahap mengimplementasikan dan refleksi terkait dengan permasalahan lingkungan yang sedang dipelajari. 

Kerangka pembelajaran deep learning yang meliputi praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pemanfaatan digital telah tercover dalam model D-NATURE ini. Kaitannya dengan praktik pedagogis, model D-NATURE menekankan bahwa pembelajaran menerapkan tiga prinsip, yaitu bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Integrasi dengan pembelajaran berbasis Proyek dan Pembelajaran Berbasis Masalah, menekankan adanya diskusi, kerja kelompok, model D-NATURE mengkondisikan peserta didik untuk berkolaborasi dan berkomunikasi. Kerangka kemitraan pembelajaran dari model D-NATURE ini terlihat dari adanya keterlibatan dari pihak sekolah (dalam hal ini guru dan peserta didik), luar sekolah dan masyarakat (dalam hal ini adalah orang tua). Dari sintaks real action, peserta dikondisikan untuk membawa alat dan bahan yang disiapkan dari rumah, dan secara otomatis, ini melibatkan orang tua untuk turut serta dalam pembelajaran putra-putrinya, Selain itu, di setiap sintask model D-NATURE ini mengkondisikan peserta didik untuk terlibat berdiskusi antar temannya, dan berdiskusi dengan gurunya. Peserta didik yang kemungkinan akan menerapkan proyeknya di komunitas masyarakat, mereka juga secara otomatis akan melibatkan komunitas masyarakat yang di rencanakan untuk menjadi sasaran implementasi proyek.  

Berkaitan dengan lingkungan pembelajaran, model D-NATURE ini menekankan adanya lingkungan pembelajaran yang mendukung, seperti budaya belajar dari 6 sintaks pembelajaran yang dikembangkan membuat  iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi di sintaks Real action, berekspresi, dan kolaborasi. Suasana pembelajaran di ruang kelas juga mengoptimalkan peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Selain itu, model D-NATURE ini menyediakan ruang virtual bagi guru dan peserta didik untuk mengakses materi, LKPD, modul ajar dan assesment dalam sebuah web, yang mana ini sesuai dengan kerangka pembelajaran pada aspek pemanfaatan digital. Di setiap sintaks pembelajarannya, model D-NATURE menekankan pembentukan dimensi profil lulusan, di antaranya kreativitas, penalarana kritis, kolaborasi, komunikasi,kemandirian dan kesehatan.

Scroll to Top